Sabtu, 12 Oktober 2013


DAUN & PENA




 

saat jiwa ini telah terlelah oleh dekapan sang malam
di kala raga ini sendu oleh kenangan dari rindu yang terbuang
disaat itu jua siang menjelang embun menghilang
rantai dari perjuangan telah dibuat
oleh keinginan dan asa yang terpancar
untuk memeluk kisah yang akan segera hadir
dengan rasa kasih dan sayang
daun yang berguguran telah terkenang
sebagai satu kisah yang tersimpan
embun-embun telah menangis
beserta senyum yang menghiasinya
senja akanlah hadir
menggantikan siang yang menunggu
dan malam akan menjelang
menggantikan senja yang telah lelah
dan tertidur di balik tembok kesepian
satu waktu telah berganti
bukan menghilang ataupun tiada
tetapi tumbuh menjadi sesuatu yang baru
dan akan menjadi pena suatu saat nanti
menghadirkan kisah yang baru
menorehkan jawaban yang lama
dan melupakan kenangan yang pahit
kita tiada perlu mengerti semua
yang kita harus lakukan hanyalah percaya

INI....?



Gemuruh itu ada
getar itu juga terasa
melanda ......
menerpa .......

Jiwa ini resah
hati inipun menjadi gundah
melanda .......
menerpa ........

Sungguh ....
kilaunya
pesonanya
mencipta asa

Dan aku hanya mempu berkata
inikah Damba .............
seperti inkah Rindu ..........

12 OKTOBER 2013.

BY: http://maafjiwaku.blogspot.com/
 Untaian Kata Usang yang Tak Pernah Usai


Satu ruangan yang dihuni banyak orang memunculkan banyak karakter yang tak sama. Gelap dan terang, siang dan malam, tinggi dan rendah merupakan deretan antonym yang bermakna sama dengan perbedaan itu. Berpuluh kepala memang ada, namun satu yang tak bisa diasingkan dari indera. Ya, hanya satu dan tak lebih dari itu. Dingin, dan tak cukup dikenali. Kenal memang saling mengetahui namun tak dapat diartikan dengan kata “akrab”. Sorot matanya memunculkan paranoid akan rasa“over confidence” yang menggelorakan kalbu sehingga dentuman nadi dan detak jantung seakan tak dapat terkontrol oleh pikiran. Gila memang, tapi memang inilah kenyataan yang tak bisa dihapus begitu saja. Semuanya muncul tanpa diterka. Sifat “es” itu kadang mencair namun kadang semakin mengeras. Mungkin karena memang tak sedekat bersama kepala-kepala lain sehingga sangat sulit untuk mendekati sang pujangga alam itu. Meskipun banyak jalan menuju Roma, tapi saat ini memang tak ada jalan untuk memasuki relung kalbunya, semuanya buntu. Lika-liku jalan yang membuat otak berkontraksi hebat ternyata hanya jurang yang menjadi ujungnya. Tulisan-tulisan khusus yang selalu ditulis dalam forum public pun tak pernah digubrisnya. Ya memang wajar, “sang kutub” bukan pengagum art dari kaum Yahudi. Disinilah bangkit rasa putus asa tuk dapat menggenggam pasir lebih erat dan tidak membuatnya berjatuhan. Tak jauh juga seperti sedang bercermin dimalam hari tanpa satu titik cahaya sama sekali. Ya, hanya ilusi lah yang membuatnya bisa menjadi nyata tanpa ada rasa gundah, meskipun konsekuensinya hanya sebuah imajinasi yang tak membekas dihati. Memang hanya Tuhan yang paling tahu segalanya. Entah pro ataupun kontra hanyalah Dia zat yang maha mengerti segalanya. Namun sosok yang diharapkan mencair itu tetap terkurung dalam hati dan terkunci oleh geliat asa yang menggelitik relung kalbu. Lalu kunci itu dibuang entah kemana, sehingga sampai kapanpun akan tetap terpenjara dalam indahnya rasa cinta tak terpijarkan.....

Jumat, 04 Oktober 2013

Mencintai Karena Dia Memilihmu… Bukan karena engkau diantara beberapa pilihan Bukan karena aku pantas memilihmu Tapi karena Dia berkehendak engkau untukku Mencintaimu… Aku tak mampu terlalu mencintaimu Karena engkau hanyalah sebuah titipan Karena Dia aku belajar mencintaimu Karena ridho-Nya aku menerima kurang dan lebihmu Karena engkau milik-Nya, aku tak mampu memintamu lebih mencintaiku Aku tak mampu terlalu mencintaimu Tapi aku yakin engkau tahu Sebesar apa cintaku padamu Sekuat apa taatku padamu Sebanyak apa usahaku untuk meraih ikhlasmu Hanya sebatas itu cintaku padamu Tak melebihi cintaku pada sang Pemilik cinta
Jika terpaksa harus kalah, maka jadilah pecundang terhormat daripada kalah sebelum berjuang. padahal sebenarnya, sahabat berhak menjadi pemenang mulia.....