Senin, 07 September 2015



(Kepada ;Nta)

kau adalah bulir-bulir padi yang menguning itu
kau adalah jawaban atas tanya musim

'"masih mungkinkah mimpi ditebar
diatas tanah yang nyaris kehilangan cinta"'
tapi kau adalah harapan itu
maka air mata yang tumpah
mohon
jangan kau tadah
biarkan mengalir disungai
agar dimakan ikan-ikan...

Rachmat Yusuf 070915
Catatan Tepi : Ketika akal kehilangan ruang
Selain air, tanah dan udara, TUHAN juga meminjamkan api sebagai fasilitas
untuk menunjang kebutuhan hidup manusia.
Karena sifat api yg panas dan mudah memusnahkan apapun,
maka TUHAN hanya memberikan hak pakai ini
kepada mahluk yang telah diberi NYA akal. Itu sebabnya, binatang
tidak diberi hak untuk bisa memanfaatkan api sebagai penunjang hidup.
Tapi ketika manusia menjadi lupa...
dan menjadikan api sebagai senjata untuk saling menghancurkan :
atas nama politik
atas nama ideologi
atas nama faham-faham yang sarat akan makna abu-abu
lalu,
tengah dimanakah akal berada saat itu?
kehilangan ruangkah akal dan telah tergantikan oleh "nafsu", sifat yang
juga dimiliki oleh binatang?

mari kita tuang segelas kopi
untuk membujuk akal agar menemukan kembali ruangnya
sebab apapun alasannya...
perang dan kebencian, adalah penjungkirbalikan nilai-nilai kemanusiaan...

Pekanbaru,7 September 2015
hidangan ketujuh dalam kenduri cinta

Tuhanku
kalau memang tak mampu
kutemukan wilayahmu
maka
beri aku kekuatan tetap sabar dalam mencintaimu
seperti engkau yang begitu maha sabarnya
ketika menampung tetes-tetes embun yang jatuh kebumi
dengan helai-helai daun
( dish to seven in feast of love )