Catatan Tepi : Ketika akal kehilangan ruang
Selain air, tanah dan udara, TUHAN juga meminjamkan api sebagai fasilitas
untuk menunjang kebutuhan hidup manusia.
Karena sifat api yg panas dan mudah memusnahkan apapun,
maka TUHAN hanya memberikan hak pakai ini
kepada mahluk yang telah diberi NYA akal. Itu sebabnya, binatang
tidak diberi hak untuk bisa memanfaatkan api sebagai penunjang hidup.
Tapi ketika manusia menjadi lupa...
dan menjadikan api sebagai senjata untuk saling menghancurkan :
atas nama politik
atas nama ideologi
atas nama faham-faham yang sarat akan makna abu-abu
lalu,
tengah dimanakah akal berada saat itu?
kehilangan ruangkah akal dan telah tergantikan oleh "nafsu", sifat yang
juga dimiliki oleh binatang?
mari kita tuang segelas kopi
untuk membujuk akal agar menemukan kembali ruangnya
sebab apapun alasannya...
perang dan kebencian, adalah penjungkirbalikan nilai-nilai kemanusiaan...
Pekanbaru,7 September 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar